Rencana Kerja



Melihat kondisi sebagaimana dimaksud, PII bidang Otomotif akan mulai mengambil inisiatif untuk berperan dalam pengembangan kemampuan dan peran insinyur Indonesia di berbagai bidang. Beberapa Langkah yang akan dilaksanakan adalah sebagai uraian berikut ini.
Langkah Pertama akan memposisikan diri menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun industri otomotif, melalui inisiati-inisiatif antara lain :
a.    Untuk mendorong ekspor, akan mengusulkan kepada pemerintah bahwa kebijakan insentif fiskal perlu diatur lagi, agar perakit menekuni produksi sedan atau SUV berbasis sedan, dan kebijakan segmen LCGC dipertajam ke volume CC kecil, agar LCGC dapat mendongkrak penjualan.
b.    Untuk mendorong R&D industri, akan mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan insentif bagi yang melakukan R&D kendaraan utuh. Pasar Indonesia yang akan mencapai 2 juta unit dalam 5 tahun, dan 3 sampai dengan 4 juta 10 tahun ke depan, bila melihat pengalaman dari RRT, Jepang atau Korea, sangat cukup sebagai modal  melakukan R&D sendiri. Untuk mentriger akan diusulkan untuk diinisiasi R&D dan produksi kendaraan khas didasari kearifan lokal yang tidak berbenturan dengan pemain besar, mengakomodasikan kebutuhan transportasi pedesaan bagi petani atau nelayan sekaligus berfungsi ganda untuk alat kerja mereka.
c.    Untuk mendorong tumbuhnya industri komponen, akan mengusulkan kepada pemerintah agar focus untuk jenis-jenis komponen yang belum diproduksi di dalam negeri agar dapat ditarik investasinya, dan perkuat kemampuan R&D industri Lini 1 dan 2. Dan untuk Lini 3 akan diusulkan bahwa harus lebih komprehensif hingga menyentuh faktor permodalan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk kewirausahaannya.
d.    Untuk melindungi industri komponen local yang sudah berkembang, akan mengusulkan agar investasi baru industri komponen digiring untuk yang sedikit pemain lokalnya, agar migrasi industri komponen berskala kecil dari luar negeri akibat pasar di negaranya menciut  tidak mematikan pemain lokal.
e.    Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan insinyur otomotif, akan mengusulkan agar peningkatan kualitas tenaga kerja ditingkatkan dengan membangun pusat-pusat pelatihan profesional bersertifikasi internasional. Thailand dapat ditiru sebagai contoh sukses. Prodi desain produk perguruan tinggi dikerjasamakan dengan industri untuk melatih dan merangsang dini mahasiswa di bidang disain.
f.     Untuk memelihara kemandirian di bidang industri dan teknologi, akan mengingatkan pemerintah secara intensif bahwa investasi asing penting tapi keberadaannya jangan mematikan kesempatan dan kreativitas manusia Indonesia. Hanya sedikit negara yang punya pasar 4 juta unit pada 10 tahun ke depan dimana Indonesia akan menjadi salah satunya, oleh karenanya pasar domestik harus di jaga dan di manfaatkan melatih kemampuan anak bangsa. Perusahaan lokal secara akumulatif akan  memperkuat basis kemandirian bangsa di bidang bisnis dan teknologi, yang dapat di daya-gunakan untuk mengembangkan sektor lain, termasuk kepentingan pertahanan.
Langkah Ke–Dua,  disamping peran sebagai mitra aktif pemerintah, secara aktif PII bidang Otomotif akan mendorong Program-program Keprofesian yang dimaksudkan untuk menstimulasi peningkatan kompetensi dan kemampuan insinyur untuk berperan lebih besar dalam bidang desain dan engineering  di bidang otomotif yang meliputi antara lain sebagai berikut ini:
a.    Melaksanakan Pemetaan dan Inventarisasi Sisi Kebutuhan jenis disiplin ilmu dan kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan ke depan, serta ketersediaannnya saat ini, untuk menentukan langkah-langkah perbaikan ke depan.
b.    Memperkuat pendidikan insinyur yang memiliki minat di otomotif dalam bidang development dan produksi, dengan aktif bekerjasama dan memberikan berbagai input dalam kurikula serta pelatihan mahasiswa di Perguruan-perguruan Tinggi.
c.    Untuk membuka kesempatan berkreasi para insinyur atau calon insinyur akan didorong pelaksanaan berbagai kompetisi keilmuan, seperti kompetisi desain dalam menghasilkan produk otomotif karya Indonesia yang bisa di produksi dan dijual sebagai ajang kreasi insinyur otomotif, salah satu usulan adalah pembuatan Future Eco Micro Transporter (FEMTER);
d.    Membangun Sistem serta melaksanan Proses Sertifikasi Profesi Insinyur Bidang Otomotif, untuk mempersiapkan para insinyur bersaing dengan tenaga kerja asing di dalam dan di luar negeri.

Langkah ke-Tiga, adalah memperkuat kemampuan PII untuk mampu memberikan bantuan advokasi serta bantuan Solusi Bisnis bagi insinyur dan perusahaan kecil menengah otomotif, yang antara lain :
a.    Memberikan advokasi keteknikan dan produksi bagi insinyur atau perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bantuan, serta membantu mencarikan solusi-solusi Bisnis. Untuk itu para insinyur yang sudah berpengalaman terutama yang sudah purna tugas yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam berbagai disiplin ilmu otomotif akan diupayakan dihimpun dalam suatu wadah untuk membantu berbagai kesulitan insinyur Indonesia yang sedang bersaing dengan insinyur asing, termasuk perusahaan-perusahaan kecil menengah kita.
b.    Melakukan berbagai kegiatan dalam rangka penumbuhan teknopreneurship khususnya di indutri komponen, serta memperkuat kemampuan managerial para supplier parts lokal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar