Minggu, 26 Februari 2017

Tantangan Pengembangan Industri Otomotif ke Depan



RRT pasar terbesar dunia dengan penjualan tahun 2014 yang lalu 23,49 juta unit, yang meningkat 6,9 persen dari tahun sebelumnya, ternyata memiliki kapasitas berlebih 16 juta unit, serta tingkat utilitas produksi dibawah 60 % (Fourin Juli 2015). Situasi RRT berpeluang  mengancam pasar domestik. Indonesia pun terjepit oleh India dan Thailand, dua negara produsen besar yang pasar sedang menurun, sehingga kapasitas lebih di kawasan regional cukup menghawatirkan, sementara pasar Indonesia sedang menurun terkena krisis. ASEAN adalah pasar ke-5 terbesar dunia, dan Indonesialah terprospektif, karena hanya Vietnam yang bertumbuh namun pasarnya kecil. Indonesia akan menjadi ajang pertempuran penjualan produk otomotif kawasan ke depan. 
Tantangan pada situasi seperti ini serta pasar yang semakin menuntut, adalah meningkatkan kemampuan R&D dan inovasi desain kendaraan utuh ataupun komponen dengan mengadopsi teknologi mutakhir. Demikian pula tantangan terhadap ketergantungan pada material dan komponen impor, peningkatan tingkat produktivitas, peningkatan kompetensi industri dan tenaga kerja harus dapat segera diatasi. Ketergantungan tersebut serta efek pelemahan Rupiah pastinya memperlambat kesiapan industri  terutama komponen.
Sementara industri komponen lokal mulai kelimpungan tersaingi industri kecil-menengah asing yang masuk. Investasi  harus disyukuri, namun kemampuan nasional di bidang komponen yang dibangun puluhan tahun ternyata perlahan-lahan terancam eksistensinya.
Berbagai negara sadar bahwa industri otomotif penting dikembangkan karena efek gandanya yang besar dalam peningkatan nilai tambah serta upgrading teknologi. Malaysia walaupun hanya berpenduduk sekitar 17 juta menggulirkan Program Mobil Nasional. Thailand, “Detroit Asia” mulai membangun industri otomotifnya pada saat populasi sekitar 45 juta tahun 80’an, saat ini ia telah mampu berproduksi di tahun terbaiknya 2013  sebanyak  2.457.000 unit, dan mengekspor 1.121.000 mobil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar